Kamis, 15 Desember 2011
Provokator? Tahu anda arti provokator? Tahukah sejarah bahasa ini
mengapa banyak aparat dan pro aparat yang sangat menyukai bahasa ini?
Ini adalah bahasa penyelamatan diri untuk mengamankan tindakan untuk
membenarkan penangkapan dari massa yang berdemo. Sekedar shock therapy
untuk menakut-nakuti anggota demostran yang lain agar tidak ditangkap.
Kata ini adalah media saring untuk membedakan dari yang pengecut,
penakut, pemberani dan yang vokal.
Deskripsi provokator adalah orang yg melakukan provokasi (kamus besar)
Sedangkan provokasi itu adalah perbuatan untuk membangkitkan kemarahan; tindakan menghasut; penghasutan; pancingan (nomina), ter·pro·vo·ka·si v terpancing atau terpengaruh untuk melakukan perbuatan negatif, msl perusakan. (kamus besar)
Dari arti dalam situs kamus besar ini dikatakan "untuk melakukan perbuatan negatif". Negatif dalam pengertian "siapa dan apa" tidak disebutkan. Maka bila begitu, saat ada seseorang atau kumpulan orang atau massa yang melakukan pengerusakkan karena menyikapi kebijaksanaan yang sangat tidak mereka setujui dari pemerintah, berarti itu karena terprovokasi oleh kebijaksanaan pemerintah tersebut. Namun kata ini hanya berlaku untuk massa yang melakukan pengerusakkan dalam berdemo melawan pemerintah saja dan bukan untuk sebaliknya. Mengapa?? Hanya penguasa yang tahu...
Saat pemerintah melakukan pengerusakkan, siapakah provokatornya?
Saat pemerintah melakukan sesuatu yang menyebabkan kesengsaraan rakyat banyak, siapakah provokatornya?
Saat banyak buruh yang demo menuntut kesejahteraan dalam bekerja, siapa pemicunya?
Deskripsi provokator adalah orang yg melakukan provokasi (kamus besar)
Sedangkan provokasi itu adalah perbuatan untuk membangkitkan kemarahan; tindakan menghasut; penghasutan; pancingan (nomina), ter·pro·vo·ka·si v terpancing atau terpengaruh untuk melakukan perbuatan negatif, msl perusakan. (kamus besar)
Dari arti dalam situs kamus besar ini dikatakan "untuk melakukan perbuatan negatif". Negatif dalam pengertian "siapa dan apa" tidak disebutkan. Maka bila begitu, saat ada seseorang atau kumpulan orang atau massa yang melakukan pengerusakkan karena menyikapi kebijaksanaan yang sangat tidak mereka setujui dari pemerintah, berarti itu karena terprovokasi oleh kebijaksanaan pemerintah tersebut. Namun kata ini hanya berlaku untuk massa yang melakukan pengerusakkan dalam berdemo melawan pemerintah saja dan bukan untuk sebaliknya. Mengapa?? Hanya penguasa yang tahu...
Saat pemerintah melakukan pengerusakkan, siapakah provokatornya?
![]() |
| Lubang kekayaan Kapitalis |
Saat pemerintah melakukan sesuatu yang menyebabkan kesengsaraan rakyat banyak, siapakah provokatornya?
![]() |
| Lumpur Kesejahteraan Menteri |
Saat banyak buruh yang demo menuntut kesejahteraan dalam bekerja, siapa pemicunya?
![]() |
| Buruh Batam |
Siapa dalang utama yang menyebabkan mereka melakukan demo? Ditujukan
kepada siapa mereka melakukan demonstrasi ini? Provokasi yang
terus-menerus selama bertahun-tahun yang penuh janji dan sumpah itikad
baik untuk negeri menyebabkan mereka turun ke jalan untuk merobohkan setan yang berdiri mengangkang (kutipan lagu "bongkar" Iwan Fals)
Lalu terdengar berita adanya provokator yang ditangkap, atau dengan istilah manis yang diperbaharui, diamankan. Diamankan yang mempunyai arti lagi lagi dalam pengertian sepihak pemerintah...
Dan sejarah demonstrasi di Indonesia pun sudah mencatat bahwa saat
demonstrasi berjalan tertib maka tiada alasan pihak berwajib (berwajib
dalam pengertian pemerintah) untuk membubarkannya apalagi bila
demonstrasi tersebut diliput dan ditayangkan oleh pencari berita dari
manca negara. Muncul-lah seseorang yang tak dikenal (tak dikenal
dilingkup para demonstran) yang mulai melemparkan batu, atau sejenisnya,
kearah pihak kepolisian. Kemudian dari lemparan ini, akan menjadi
alasan pihak kepolisian untuk bertindak menyerang demonstran, yang
akhirnya berujung menangkap sembarang orang dan fatwa bahwa yang
ditangkap itu adalah provokator terucap.
Lalu kembali kearti provokator tersebut, siapakah yang menyebabkan kemarahan dan pihak mana yang terprovokasi?
![]() |
| BERSATU!!! |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar