Selasa, 13 Maret 2012
Jangan pandang negative dulu kata kata bernada negative diatas. Ini masalah penting yang berasal dari masalah sepele. Masalah yang diangkat dan terangkat oleh salah satu jasa search engine yang juga menyediakan jasa email. Didalam salah satu artikelnya, yang disediakan dalam pembukaan layanan emailnya, tercantum satu atau dua artikel yang membahas tentang tanda tanda kebosanan suatu hubungan dari salah satu pihak pasangan.

Dalam artikel tersebut dibeberkan tanda tanda yang “mungkin” berarti pasangan anda sudah bosan dengan diri anda. Hmm…. Mungkin anda bertanya dan bisa jadi tidak bertanya, namun bagaimanapun itu, saya tetap akan membahasnya dalam nalar yang saya miliki. Nalar yang dimiliki seorang yang (mungkin) tidak berarti bagi anda. Jadi anda boleh pergi dari titik ini bila tidak mau tahu pemikiran saya.



Dengan dibeberkan tanda tanda bahwa pasangan anda sudah bosan dengan diri anda, apa manfaat yang akan anda peroleh menurut anda?? Antisipasi? Cukup tahu saja dan mengabaikannya? Atau malah mempercayainya dan mulai berhitung berapa tanda yang dirasakan oleh anda dari pasangan anda??
Ini sesat dan menyesatkan!!! Karena siapapun anda, tidak berhak untuk memukul rata semua keadaan dari suatu hubungan. Siapapun anda yang meng-copy artikel semacam itu dan mem-pastekannya dimedia apapun juga, berarti turut menyetujui dan mempercayai keadaan tersebut. Efek yang banyak terjadi dari sepuluh orang yang saya tanyai tentang artikel semacam itu adalah ;
1. Mulai berhitung poin poin mana saja yang dilakukan oleh pasangannya.
2. Merasakan bahwa pasangannya itu mungkin sudah tidak sayang dan cinta lagi. Dan mempercayai pendapat dari artikel tersebut.
3. Mulai meragukan pasangannya. “jangan jangan benar pasangan saya bosan”
4. Tertawa dan mengatakan bahwa itu adalah artikel bodoh untuk orang bodoh.

Itu adalah empat besar reaksi dari sepuluh teman yang saya mintai pendapatnya. Mungkin tidak bisa dijadikan acuan dari statistik reaksi yang akurat, namun bisa dijadikan bahan renungan. Bahwa dijaman yang penuh ke-alay-an ini, semua yang ditulis dan dibaca diinternet atau dimedia manapun juga sebagian besar akan dipercayai sebagai kebenaran mutlak. Bila anda sempat membaca artikel yang saya maksud di alinea pertama tulisan ini, maka anda bisa menilainya. Saya tidak mencantumkan link dari tulisan yang dimaksud agar anda tidak menilai tulisan itu saja. Dengan kata lain, semua tulisan senada seperti itu malah akan merenggangkan suatu hubungan yang sedang "kritis". Dan tidak akan memberikan kesempatan kepada kedua belah pasangan untuk lebih saling memperbaiki. Tanpa kalian sebut dan jabarkan tanda tanda seperti itu pun saya yakin naluri tiap pasangan pasti dapat merasakan kejanggalan dari tingkah laku pasangannya masing masing.
Dan dengan adanya tulisan artikel seperti itu yang hanya menyebutkan tanda tanda dan tanpa menyebutkan solusi untuk mengatasi hal yang menyebabkan tanda tanda tersebut malah secara tidak langsung menghipnotis dan mempengaruhi otak otak galau (istilah yang sedang ngetren akhir akhir ini), dan menyebabkannya pecah kepercayaan.

Anda tertawa?? Memang itu adalah hal sepele, namun artikel itu lebih sepele dari rasa sakit yang ditimbulkan pasangan pasangan galau tersebut. Biarkan saja rasa mereka berkembang dan tenggelam dengan sendirinya hingga mendewasakan dan menguatkan hati mereka. Biarkan saja mereka menikmati hal hal alami itu. Jangan usik hal yang berhubungan dengan kebersamaan dan kebersatuan, karena hanya akan menyebabkan rasa sangsi yang terus menerus dihati mereka walaupun sudah berganti pasangan.

Betapa indah kisah cinta orang orang desa….Lihatlah!

Betapa indah rasa sayang orang orang yang tidak mengenal dunia chatting!!

Betapa harmonis sampai akhir hayat hubungan yang dihidupkan dari pengalaman dan pengertian yang tumbuh dan tenggelam secara alami.

Biarkan cinta dan sayang menjalar atau mati nestapa dengan sendirinya.

Kecuali artikel artikel yang diterbitkan oleh para ahli psikologi, artikel artikel yang membahas tentang perasaan adalah bullshit!!!!!
Cuma hanya ingin dapat banyaknya orang yang membaca saja harus bersusah payan membuat artikel yang menuduh, memfitnah dan mengadu domba. Kecuali tentunya, anda yang membuat artikel seperti itu adalah dari pihak pihak yang sengaja disusupkan oleh pihak tertentu untuk menghancur konsentrasikan kalangan muda yang sudah terlanjur galau dari demikian bertubi tubinya informasi sesat anda yang terlanjur dipercayai galauers (orang orang galau).

Sesungguhnya, bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang didasari dari sejarah mudah untuk diperdaya, dihasut, diadudomba dan dilemahkan.

Jangan ulang sejarah buruk….!!!

0 komentar: