Jumat, 19 Agustus 2011
Merdeka adalah bentuk suatu kebebasan yang diperoleh karena perjuangan,penjajahan,klaim dan perjanjian. Suka atau tidak, ini adalah fakta dari berbagai keadaan dan kondisi dinegara yang berbeda ditiap belahan dunia, diatas bumi. Makna kemerdekaan pun tergantung dari persepsi tiap individu khalayak ramai ataupun dari sudut pandang kelembagaan.
Berita dari media pun menyoroti hal ini hanya saat saat tertentu, hanya saat hari hari besar kenegaraan. Setelah itu??? Kembali menyorot hal hal lain yang bisa sekiranya menaikkan rating atau oplah penjualan media itu sendiri. Ada anggota media yang teriak, "hey...Kami manusia juga perlu makan!!".... Lalu, mengapa anda protes dalam tulisan dan pemberitaan anda, bahwa masyarakat sedang redup semangat nasionalismenya demi saat anda mencermati sepi dan lesunya peringatan kemerdekaan 66 tahun negri dan bangsa ini merdeka????
Mengapa tidak dari awal awal media anda terbentuk dan diresmikan saja anda memupuk dan membina rasa nasionalisme bangsa ini??? Jangan hanya melihat hitam putih, langit bumi, siang malam dan bahkan pemerintah rakyat saja!!! Lihat anggota ketiga dari situasi ini...!! MEDIA!!! Anda pun bertanggung jawab tumbuh kembangnya rasa bela negri ini. Pidato proklamasi kemerdekaan Indonesia saat itu bisa tersebar luas ke pelosok penjuru tanah air hingga terdengar sampai keluar negri ini dikarenakan Media... Walau akhirnya fasilitas radio penyebaran disegel dan dijaga ketat oleh penjajajah jepang, kawan kawan anda terdahulu tetap mencari jalan dan upaya agar penyiaran ini bisa terus menerus mengudara. Pendahulu pendahulu andalah yang menumbuhkan rasa satu negri satu darah. Pendahulu pendahulu anda yang mengenalkan rasa persaudaraan ditiap titik merahputih yang berkibar. Dengan media tidak selengkap dan secanggih seperti saat ini, rasa dan semangat itu bisa efesien menghinggap ditiap hati bangsa. Dan saat media menjadi lengkap dus canggih, mengapa malah menjadi redup?? Mengapa malah menjadi retak? Mengapa muncul ramalan dari tokoh yang entah siapa itu yang mengatakan Indonesia akan terpecah menjadi sekian itu?? Pemerintah yang tidak tanggap terhadap keadaan rakyat dan terlalu peduli akan kpentingan sendiri yang salah? Atau salah rakyat yang tidak bisa memenuhi kehendak pemerintah dan apatis akan semua kebijakan pemerintah? Anda sebagai media pun berperan penting sebagai antara ditengah tengahnya..!! Jangan cuma cari rating dan popularitas induk media yang menaungi anda saja. Tapi jadilah pemersatu tiap bangsa dari negri yang terdiri dari ratusan bangsa ini. Jadilah pemersatu dengan cara apapun itu. Gw tidak bicara tentang individu didalam media. Gw bicara hanya sedikit individu yang memanfaatkan media untuk kelangsungan hidup rasa nasionalisme bangsa. Gw bicara mengapa sedikit media yang dipakai untuk mempersatukan bangsa. Atau anda sudah puas dengan lahirnya hantu hantu nasionalis yang gentayangan tanpa mendapat tempat untuk nangkring dipohon negri?? Tumpas hantu nasionalisme hingga menjadi wujud nyata nasionalis. Indonesia....Negri yang dicaci oleh rakyatnya sendiri dan dibela sampai mati oleh rakyat yang itu pula. Merahputih....
Berita dari media pun menyoroti hal ini hanya saat saat tertentu, hanya saat hari hari besar kenegaraan. Setelah itu??? Kembali menyorot hal hal lain yang bisa sekiranya menaikkan rating atau oplah penjualan media itu sendiri. Ada anggota media yang teriak, "hey...Kami manusia juga perlu makan!!".... Lalu, mengapa anda protes dalam tulisan dan pemberitaan anda, bahwa masyarakat sedang redup semangat nasionalismenya demi saat anda mencermati sepi dan lesunya peringatan kemerdekaan 66 tahun negri dan bangsa ini merdeka????
Mengapa tidak dari awal awal media anda terbentuk dan diresmikan saja anda memupuk dan membina rasa nasionalisme bangsa ini??? Jangan hanya melihat hitam putih, langit bumi, siang malam dan bahkan pemerintah rakyat saja!!! Lihat anggota ketiga dari situasi ini...!! MEDIA!!! Anda pun bertanggung jawab tumbuh kembangnya rasa bela negri ini. Pidato proklamasi kemerdekaan Indonesia saat itu bisa tersebar luas ke pelosok penjuru tanah air hingga terdengar sampai keluar negri ini dikarenakan Media... Walau akhirnya fasilitas radio penyebaran disegel dan dijaga ketat oleh penjajajah jepang, kawan kawan anda terdahulu tetap mencari jalan dan upaya agar penyiaran ini bisa terus menerus mengudara. Pendahulu pendahulu andalah yang menumbuhkan rasa satu negri satu darah. Pendahulu pendahulu anda yang mengenalkan rasa persaudaraan ditiap titik merahputih yang berkibar. Dengan media tidak selengkap dan secanggih seperti saat ini, rasa dan semangat itu bisa efesien menghinggap ditiap hati bangsa. Dan saat media menjadi lengkap dus canggih, mengapa malah menjadi redup?? Mengapa malah menjadi retak? Mengapa muncul ramalan dari tokoh yang entah siapa itu yang mengatakan Indonesia akan terpecah menjadi sekian itu?? Pemerintah yang tidak tanggap terhadap keadaan rakyat dan terlalu peduli akan kpentingan sendiri yang salah? Atau salah rakyat yang tidak bisa memenuhi kehendak pemerintah dan apatis akan semua kebijakan pemerintah? Anda sebagai media pun berperan penting sebagai antara ditengah tengahnya..!! Jangan cuma cari rating dan popularitas induk media yang menaungi anda saja. Tapi jadilah pemersatu tiap bangsa dari negri yang terdiri dari ratusan bangsa ini. Jadilah pemersatu dengan cara apapun itu. Gw tidak bicara tentang individu didalam media. Gw bicara hanya sedikit individu yang memanfaatkan media untuk kelangsungan hidup rasa nasionalisme bangsa. Gw bicara mengapa sedikit media yang dipakai untuk mempersatukan bangsa. Atau anda sudah puas dengan lahirnya hantu hantu nasionalis yang gentayangan tanpa mendapat tempat untuk nangkring dipohon negri?? Tumpas hantu nasionalisme hingga menjadi wujud nyata nasionalis. Indonesia....Negri yang dicaci oleh rakyatnya sendiri dan dibela sampai mati oleh rakyat yang itu pula. Merahputih....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar