Minggu, 03 April 2011
Masa pemilihan umum, baik untuk DPRD, DPR/MPR ataupun President sudah lama berlalu... Tapi masih saja ada kenangan yang tersisa dari peristiwa besar dinegara Indonesia tercinta ini.
Begitu pula yang terjadi di wilayah purwakarta khususnya Dapil VI (plered, tegalwaru, dan maniis)...
Kala itu, partai Demokrat sedang booming yang dikarenakan kharisma dari seorang SBY yang telah di anggap berhasil mengentaskan beberapa persoalan didalam kenegaraan. Muncul lah beberapa tokoh yang mengagungkan idealisme dan menjualnya didalam paket sosialisasi dan kampanye. Begitu pula disini, muncul figur seorang demonstran kelahiran Medan, Sumatra Utara, di wilayah Purwakarta. Dhani PC!!! Dia, didalam sosialisasinya merekrut beberapa tokoh masyarakat dari berbagai bidang. Dari tokoh silat,ulama ataupun pemuda.
Dia,Dhani PC,mengusung mimpi untuk para pendukungnya,berani menandatangani kontrak politik diatas materai.... Tokoh tokoh yang dilibatkannya tersebut benar benar dilibatkan dalam arti yang sesungguhnya, 24 jam sehari, dan 7 hari dalam seminggu, kadang2 dia menghubungi para pendukungnya itu diluar jam kewajaran, jam 2 dini hari atau juga mengajak menemani dia bersosialisasi dari pagi hingga malam menjelang. Menjanjikan posisi yang menguntungkan kepada semua tokoh tersebut. Menjanjikan fasilitas bagi perkumpulan persilatan dan juga menjanjikan mengadakan fasilitas kepemudaan yang selama sosialisasi menepis paradigma pembayaran sejumlah uang. Mereka, para pendukung sang Dhani PC, saling menyumbang sejumlah materi dari kocek pribadinya (yang kelak dilupakan), tenaga, dan juga pemikiran. Tanpa mendapat upah yang telah biasa terjadi dalam masa kampanye atau sosialisasi. Mereka bekerja bukan tanpa pamrih!!! Walaupun tidak secara langsung, tapi mereka semua berharap Dhani PC memujudkan semua janji janjinya kepada mereka. Mereka tidak dibayar sepeserpun untuk tenaga, waktu dan pemikirannya, karena mereka percaya bahwa apabila Dhani PC telah menjadi anggota DPRD, maka semua kemudahan akan mereka dapatkan. Pamrih yang sangat wajar dan masuk akal. Tapi, ketika dia menjabat, satu hari setelah pelantikan, dia,Dhani PC mengadakan jamuan sukuran. Dan para pemuda yang tidak dibayar itu, yang mendukung dia saat sosialisasi dan kampanye, dianak tirikan. Pemuda pemuda itu di acuhkan dan tidak diberi kemudahan untuk hanya mendapatkan makan dari acara sukuran tersebut. Hingga datang seseorang yg mengumpulkan para pemuda tersebut, seseorang itulah yang mengarahkan pemuda pemuda itu untuk masuk dan menekankan bahwa mereka pun layak menikmati sukuran tersebut. Ketika dia sudah menempati posisi di DPRD Purwakarta, dia hanya memenuhi janji dengan memberi kompresor angin yang seharga 950.000 dan peralatan peralatan pendukung kompresor angin tersebut yang totalnya 350.000, mencakup selang, spray gun, cat gloss dan cat warna. Setelah itu?? Diam..... Apakah dia,Dhani PC, itu tidak berfikir bahwa segenap peralatan itu hanya bisa menghasilkan angin??
Tanpa bahan baku dasar yang menjadi titik pijak utama hingga fasilitas itu bisa menghasilkan suatu karya tangan, ataupun menjadi satu karya seni, maka fasilitas itu tidak lebih hanya bisa menghasilkan ANGIN. Kami butuh kayu yang bisa kami kerjakan sesuai yang kami fikir. Kami butuh kaca, yang sesuai dengan tujuan pekerjaan itu. Lalu.... Mengapa seorang Dhani PC lantas berkoar bahwa para pemuda tidak bisa mengoptimalkan fasilitas yang konon telah dia berikan??
Berkoar bahwa dia telah memberikan sejumlah peralatan....Berkoar bahwa dia telah menepati janji. Anda,Dhani PC, tidak lebih dari orang yang terlahir hanya untuk menjadi seorang pengkhianat. Hutang rumah yang telah berpuluh tahun kini telah terlunasi, bahkan rumahnya pun telah di rehabilitasi menjadi rumah yang mewah di ruko plered. Tingkat dan dengan segala kemewahannya. Mobil pun menjadi bukan lagi bak sayur pick up. Anda menikmati semua nya itu dari pengkhianatan anda kepada pendukung yang menemani anda ketika bersosialisasi tidak punya UANG. Yang bersosialisasi hanya menghabiskan dana paling besar sejumlah 300.000, itu pun sudah termasuk bensin, rokok pribadi dan makanan anda sendiri. Yang mengusung idealisme bahwa tidak boleh memberikan sejumlah uang kepada partisipan dan tidak juga di tengah rapat sosialisasi nya dengan penduduk. Yang melupakan bantuan dana dari seorang tokoh silat yang memberikan uang ketika anda kebingungan mencari tambahan dana. Yang hanya memberi uang duka 100.000 kepada keluarga tokoh silat tersebut saat meninggal dunia. Yang melupakan bantuan makanan saat Dhani PC diharapkan mendapat kemudahan menjalani saat saat akhir sosialisasi dan kampanyenya. Sedangkan dia tidak punya uang karena tidak memberi tambahan biaya. Dhani PC, terlahir hanya untuk menjadi pengkhianat. Partai Demokrat tercoreng dengan kehadiran anda. Akan kami catat nama anda menggunakan tinta emas didalam buku sakit hati kami yang anda tinggalkan. Seorang demonstran oportunis, ideologi politik anda tidak lebih sama dengan pelacur, yang menjual diri dengan harapan mendapatkan simpatik dan setelah itu meninggalkan pemujamu ketika hasratmu tercapai. Bersenang senanglah Dhani PC.....
Kelak, kami yang akan mengacaukan pemilihan mu yang akan datang. Ini bukan ancaman..........Tapi ini adalah Janji kami. Karena yang anda nikmati saat ini adalah juga dari keringat dan kepercayaan kami. Salam satu merah putih..!!
Kala itu, partai Demokrat sedang booming yang dikarenakan kharisma dari seorang SBY yang telah di anggap berhasil mengentaskan beberapa persoalan didalam kenegaraan. Muncul lah beberapa tokoh yang mengagungkan idealisme dan menjualnya didalam paket sosialisasi dan kampanye. Begitu pula disini, muncul figur seorang demonstran kelahiran Medan, Sumatra Utara, di wilayah Purwakarta. Dhani PC!!! Dia, didalam sosialisasinya merekrut beberapa tokoh masyarakat dari berbagai bidang. Dari tokoh silat,ulama ataupun pemuda.
Dia,Dhani PC,mengusung mimpi untuk para pendukungnya,berani menandatangani kontrak politik diatas materai.... Tokoh tokoh yang dilibatkannya tersebut benar benar dilibatkan dalam arti yang sesungguhnya, 24 jam sehari, dan 7 hari dalam seminggu, kadang2 dia menghubungi para pendukungnya itu diluar jam kewajaran, jam 2 dini hari atau juga mengajak menemani dia bersosialisasi dari pagi hingga malam menjelang. Menjanjikan posisi yang menguntungkan kepada semua tokoh tersebut. Menjanjikan fasilitas bagi perkumpulan persilatan dan juga menjanjikan mengadakan fasilitas kepemudaan yang selama sosialisasi menepis paradigma pembayaran sejumlah uang. Mereka, para pendukung sang Dhani PC, saling menyumbang sejumlah materi dari kocek pribadinya (yang kelak dilupakan), tenaga, dan juga pemikiran. Tanpa mendapat upah yang telah biasa terjadi dalam masa kampanye atau sosialisasi. Mereka bekerja bukan tanpa pamrih!!! Walaupun tidak secara langsung, tapi mereka semua berharap Dhani PC memujudkan semua janji janjinya kepada mereka. Mereka tidak dibayar sepeserpun untuk tenaga, waktu dan pemikirannya, karena mereka percaya bahwa apabila Dhani PC telah menjadi anggota DPRD, maka semua kemudahan akan mereka dapatkan. Pamrih yang sangat wajar dan masuk akal. Tapi, ketika dia menjabat, satu hari setelah pelantikan, dia,Dhani PC mengadakan jamuan sukuran. Dan para pemuda yang tidak dibayar itu, yang mendukung dia saat sosialisasi dan kampanye, dianak tirikan. Pemuda pemuda itu di acuhkan dan tidak diberi kemudahan untuk hanya mendapatkan makan dari acara sukuran tersebut. Hingga datang seseorang yg mengumpulkan para pemuda tersebut, seseorang itulah yang mengarahkan pemuda pemuda itu untuk masuk dan menekankan bahwa mereka pun layak menikmati sukuran tersebut. Ketika dia sudah menempati posisi di DPRD Purwakarta, dia hanya memenuhi janji dengan memberi kompresor angin yang seharga 950.000 dan peralatan peralatan pendukung kompresor angin tersebut yang totalnya 350.000, mencakup selang, spray gun, cat gloss dan cat warna. Setelah itu?? Diam..... Apakah dia,Dhani PC, itu tidak berfikir bahwa segenap peralatan itu hanya bisa menghasilkan angin??
Tanpa bahan baku dasar yang menjadi titik pijak utama hingga fasilitas itu bisa menghasilkan suatu karya tangan, ataupun menjadi satu karya seni, maka fasilitas itu tidak lebih hanya bisa menghasilkan ANGIN. Kami butuh kayu yang bisa kami kerjakan sesuai yang kami fikir. Kami butuh kaca, yang sesuai dengan tujuan pekerjaan itu. Lalu.... Mengapa seorang Dhani PC lantas berkoar bahwa para pemuda tidak bisa mengoptimalkan fasilitas yang konon telah dia berikan??
Berkoar bahwa dia telah memberikan sejumlah peralatan....Berkoar bahwa dia telah menepati janji. Anda,Dhani PC, tidak lebih dari orang yang terlahir hanya untuk menjadi seorang pengkhianat. Hutang rumah yang telah berpuluh tahun kini telah terlunasi, bahkan rumahnya pun telah di rehabilitasi menjadi rumah yang mewah di ruko plered. Tingkat dan dengan segala kemewahannya. Mobil pun menjadi bukan lagi bak sayur pick up. Anda menikmati semua nya itu dari pengkhianatan anda kepada pendukung yang menemani anda ketika bersosialisasi tidak punya UANG. Yang bersosialisasi hanya menghabiskan dana paling besar sejumlah 300.000, itu pun sudah termasuk bensin, rokok pribadi dan makanan anda sendiri. Yang mengusung idealisme bahwa tidak boleh memberikan sejumlah uang kepada partisipan dan tidak juga di tengah rapat sosialisasi nya dengan penduduk. Yang melupakan bantuan dana dari seorang tokoh silat yang memberikan uang ketika anda kebingungan mencari tambahan dana. Yang hanya memberi uang duka 100.000 kepada keluarga tokoh silat tersebut saat meninggal dunia. Yang melupakan bantuan makanan saat Dhani PC diharapkan mendapat kemudahan menjalani saat saat akhir sosialisasi dan kampanyenya. Sedangkan dia tidak punya uang karena tidak memberi tambahan biaya. Dhani PC, terlahir hanya untuk menjadi pengkhianat. Partai Demokrat tercoreng dengan kehadiran anda. Akan kami catat nama anda menggunakan tinta emas didalam buku sakit hati kami yang anda tinggalkan. Seorang demonstran oportunis, ideologi politik anda tidak lebih sama dengan pelacur, yang menjual diri dengan harapan mendapatkan simpatik dan setelah itu meninggalkan pemujamu ketika hasratmu tercapai. Bersenang senanglah Dhani PC.....
Kelak, kami yang akan mengacaukan pemilihan mu yang akan datang. Ini bukan ancaman..........Tapi ini adalah Janji kami. Karena yang anda nikmati saat ini adalah juga dari keringat dan kepercayaan kami. Salam satu merah putih..!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar