Selasa, 29 Juni 2010
Satu hari sebelum bulan Juli 2010. Gw ngisi blog ini demi melihat rasa nasionalisme yang -gw rasa- udah mulai luntur. Bahkan orang orang yang berteriak nasionalisme deng an lantang sekalipun. Keprihatinan tunggal dari kebanggaan yang berlebihan dari seorang jelata kepada sang negri. Batas daerah menjadi alasan untuk berpecah dan menjauh.

Perbedaan budaya menjadi dasar untuk keakuan sempit. Bendera kecil adalah motivasi untuk tumpah darah. Alasan yang hanya -mungkin- ada di dalam fanatisme purba...
Persatuan tidak lagi tercipta di tiap sanubari insan yang katanya modern.
Hari ini,ketika 22 hari sebelum gw di lahirkan di dunia ini oleh sepasang suami istri yang gw cinta dan akan tetap selamanya begitu,gw akan terus menulis tentang nasionalisme versi gw dan pemikiran pemikiran yang gw tangkap dari lingkungan sekitar gw,yang gw baca,yang gw alami,yang gw tau,dan yang gw dengar.
Nasionalisme kebangsaan akan tetap gw teriakan!! Sampai jari ini mengalami kekakuan abadi. Sampai negri aku,kamu,kami dan kita ini akan bersatu secara nyata. Tidak ada alasan kedaerahan kecil,yang ada hanyalah . . . . . . . Aku Indonesia.

0 komentar: