Kamis, 01 Juli 2010
Apa sih maksud tujuan dari judul di atas?? Hehehe . . . . Terus terang. . . . Gw juga gak ngerti.
Purwakarta . . . . . Kabupaten kecil di bilangan Jawa barat. Diantara Bandung dan Jakarta. Kota yang mempunyai judul di atas. Kota yang bisa menerangi Banten,Jakarta,Jawa dan Bali. Kota yang terkenal dengan keramiknya. Terkenal dengan banyaknya pesantren. Kota yang miskin!!!!

Kenapa? Kota ini mempunyai semua fasilitas yang telah disebut di dalam judul ini. Kota yang tidak tahu kenapa dan bagaimana memfaatkan potensi alam dan semua fasilitas yang ada didalamnya. Kota yang mempunyai desa yang di apit oleh pembangkit listrik namun desa tersebut tidak mempunyai jaringan listrik.
Kota yang penduduknya apatis dan mendekati kematian didalam empati. Hampir bisa dibilang tidak ada warga yang berani bersuara mempertanyakan penghasilan daerah dan pajak dari fasilitas yang bercokol. Kota yang mempunyai pemimpin birokrat sejati, yang menghalalkan segala cara untuk kepentingan politiknya. Ketika menjadi wakil,sang ketua dipersalahkan karena bocor nya sejumlah uang yang entah kemana.

Dan,ketika menjadi ketua,sang wakil lah kini yang disalahkan karena hilangnya jumlah uang yang buat gw bisa di pake mendirikan badan usaha,yang bisa menampung ribuan tenaga kerja lokal. Yang bisa bikin perut gw kenyang dengan berbagai macam makanan dengan nama yang susah untuk di ucapkan. Kota yang mempunyai ribuan kolam terapung yang tersebar di 2 bendungan pembangkit itu. Kota yang para warganya takut dengan seragam yang di pakai aparat keparat. Kota yang tidak tersentuh reformasi ketika teman teman mahasiswa kita bersimbah darah pada waktu dahulu.

Kota yang ulamanya berhitung kalah menang ketika norma agama di lecehkan. Kota yang masih bisa ditakut takuti dengan dalil hukum. Kota yang sekarang menjadi kediaman gw. Makan minum pejabat yang memakai dana sampai 11 milyar lebih dalam waktu kurang dari setengah tahun. Kota kecil yang bisa membungkam kota Raksasa Jakarta,demi melihat kasus per kasus yang ada.

Kota peristirahatan para pensiun,demikian dulu disebut. Kota yang pemimpinnya tidak berpikir untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Kota yang tidak berotonomi, karena hanya membela dan mengizinkan orang luar daerah bekerja disini.

Kota yang gw sayang.

Kota ini . . . . . . . . Purwakarta.

0 komentar: